Rabu, 02 Maret 2016
Selasa, 01 Maret 2016
RUMAH GADANG MINANGKABAU
Rumah Gadang atau Rumah Godang adalah nama untuk rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah tradisional dan banyak di jumpai di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Rumah ini juga disebut dengan nama lain oleh masyarakat setempat dengan nama Rumah Bagonjong atau ada juga yang menyebut dengan nama Rumah Baanjuang.[1].
Rumah dengan model ini juga banyak dijumpai di Negeri Sembilan, Malaysia. Namun tidak semua kawasan di Minangkabau (darek) yang boleh didirikan rumah adat ini, hanya pada kawasan yang sudah memiliki status sebagainagari saja Rumah Gadang ini boleh didirikan. Begitu juga pada kawasan yang disebut dengan rantau, rumah adat ini juga dahulunya tidak ada yang didirikan oleh para perantau Minangkabau.
Sabtu, 07 Februari 2015
KATA KUNCI PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DB
BAGAIMANA CARA MENGENDALIKAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
Beberapa kata kunci untuk mengendalikan DBD agar efisien dan efektif.
1. Mengendalikan stadium larvanya (jentik) dan stadium telurnya. karena tempat perindukan Aedes aegypty sangat spesifik dengan ciri, air bersih dan tidak berhubungan dengan tanah secara langsung serta tempatnya tertentu seperti bak mandi, tempayan, barang barang bekas seperti plastik aqua, kaleng, ban bekas, paralon bekas, tempat pembuangan air almari es, tempat buangan air dispenser, tempat buangan AC dll..sehingga kata kunci nya adalah TEPAT SASARAN. jadi bukan saluran air atau got atau tempat sampah...
2. Kata kunci ke dua adalah dalam satu kesatuan EPIDEMIOLOGIS artinya dalam satu wilayah penularan, bisa satu RW sd kelurahan yang terdapat penderita DBD, sasaran ini antara lain perumahan, sekolah, perkantoran Posyandu, atau tempat tempat umum yang biasa untuk berkumpul masyarakat terutama sekitar pagi sampai sore hari (diurnal) karena akfititas menggigit Ae aegypti sekitar pukul 06.00 sd 10.00 dan sore hari sekitar pukul 15.00 - 17.00.
3. Pengendalian stadium larva harus bersifat MASAL atau MASIF oleh seluruh masyarakat dalam satu kesatuan epideiologis.
4. Pengendalian harus bersifat BERKALA secara MASAL atau MASIF frekwensi nya paling lambat 4 hari sekali terutama sebelum musim penularan sd saat musim penularan seperti bulan bulan saat in Desember sd bulan Maret. atau saat mulai MUSIM PENGHUJAN sd akhir MUSIM PENGHUJAN.
5. Timing harus tepat, waktu yang paling tepat untuk mengendalikan stadium larva dan telurnya adalah sebelum musim penularan sd saat musim penularan seperti bulan bulan saat in Desember sd bulan Maret. atau saat mulai MUSIM PENGHUJAN sd akhir MUSIM PENGHUJAN.
6. Mencegah gigitan Ae aegypti terutama yang mempunyai aktifitas pada jam 2 sekolah dan jam jam kerja dengan menggunaka repelans atau obat nyamuk atau kelambu bagi anak atau bayi yang tidur pada saat jam tsb. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi KONSULTAN PENGENDALIAN VEKTOR PENYAKIT no HP 08122822462 atau PIN 29D5779C Email poedjo_prasetyo@yahoo.com.au
Minggu, 26 Oktober 2014
Kamis, 23 Oktober 2014
Langganan:
Postingan (Atom)



