Sabtu, 07 Februari 2015

KATA KUNCI PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DB





















BAGAIMANA CARA MENGENDALIKAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
Beberapa kata kunci untuk mengendalikan DBD agar efisien dan efektif.
1. Mengendalikan stadium larvanya (jentik) dan stadium telurnya. karena tempat perindukan Aedes aegypty sangat spesifik dengan ciri, air bersih dan tidak berhubungan dengan tanah secara langsung serta tempatnya tertentu seperti bak mandi, tempayan, barang barang bekas seperti plastik aqua, kaleng, ban bekas, paralon bekas, tempat pembuangan air almari es, tempat buangan air dispenser, tempat buangan AC dll..sehingga kata kunci nya adalah TEPAT SASARAN. jadi bukan saluran air atau got atau tempat sampah...
2. Kata kunci ke dua adalah dalam satu kesatuan EPIDEMIOLOGIS artinya dalam satu wilayah penularan, bisa satu RW sd kelurahan yang terdapat penderita DBD, sasaran ini antara lain perumahan, sekolah, perkantoran Posyandu, atau tempat tempat umum yang biasa untuk berkumpul masyarakat terutama sekitar pagi sampai sore hari (diurnal) karena akfititas menggigit Ae aegypti sekitar pukul 06.00 sd 10.00 dan sore hari sekitar pukul 15.00 - 17.00.
3. Pengendalian stadium larva harus bersifat MASAL atau MASIF oleh seluruh masyarakat dalam satu kesatuan epideiologis.
4. Pengendalian harus bersifat BERKALA secara MASAL atau MASIF frekwensi nya paling lambat 4 hari sekali terutama sebelum musim penularan sd saat musim penularan seperti bulan bulan saat in Desember sd bulan Maret. atau saat mulai MUSIM PENGHUJAN sd akhir MUSIM PENGHUJAN.
5. Timing harus tepat, waktu yang paling tepat untuk mengendalikan stadium larva dan telurnya adalah sebelum musim penularan sd saat musim penularan seperti bulan bulan saat in Desember sd bulan Maret. atau saat mulai MUSIM PENGHUJAN sd akhir MUSIM PENGHUJAN.
6. Mencegah gigitan Ae aegypti terutama yang mempunyai aktifitas pada jam 2 sekolah dan jam jam kerja dengan menggunaka repelans atau obat nyamuk atau kelambu bagi anak atau bayi yang tidur pada saat jam tsb. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi KONSULTAN PENGENDALIAN VEKTOR PENYAKIT no HP 08122822462 atau PIN 29D5779C Email poedjo_prasetyo@yahoo.com.au

Senin, 15 September 2014

DOKAR, DELMAN, ANDONG

Dokar atau Delman atau Andong merupakan kendaraan transportasi tradisional yang beroda dua, atau empat yang tidak menggunakan mesin tetapi menggunakan kuda sebagai penggantinya, umumnya roda terbuat dari kayu diberi karet namun ada yang menggunakan ban mobil seperti dokar di NTB. Dokar atau Delman beroda dua sering ditemukan di daerah Jawa Barat, Jawa Timur atau Sumatera Barat, NTB sedangkan Andong beroda empat banyak ditemukan di darah Solo dan Jogyakarta. Dibawah jenis dokar atau Delman yang ditemukan di Jawa Timur, NTB dan Sumatera Barat.

DOKAR DI SUMATERA BARAT

DOKAR DI JAWA TIMUR

DOKAR DI NTB

ANDONG DI JOGYAKARTA




Kamis, 11 September 2014

LAYANG LAYANG

Layang-layang atau layangan, merupakan lembaran bahan tipis (kertas, kain, plastik) berkerangka yang diterbangkan ke udara, terhubungkan dengan benang ke daratan atau pengendali. Layang-layang memanfaatkan kekuatan hembusan angin sebagai alat pengangkatnya. Dikenal luas di seluruh dunia sebagai alat permainan, layang-layang diketahui juga memiliki fungsi ritual, alat bantu memancing atau menjerat, menjadi alat bantu penelitian ilmiah, serta media energi alternatif.
Di beberapa daerah Nusantara layang-layang dimainkan sebagai bagian dari ritual tertentu, biasanya terkait dengan proses budidaya pertanian. Layang-layang paling sederhana terbuat dari helai daun yang diberi kerangka dari bambu dan diikat dengan serat rotan. Layang-layang semacam ini masih dapat dijumpai di Sulawesi. Diduga pula, beberapa bentuk layang-layang tradisional Bali berkembang dari layang-layang daun karena bentuk ovalnya yang menyerupai daun.
Di Bali ada sebuah festival layang-layang internasional, diadakan setiap tahun pada bulan Juli di wilayah Padang Galak Sanur. Layang-layang tradisional raksasa, empat meter dengan lebar dan hampir sepuluh meter panjangnya, yang dibuat dan diterbangkan kompetitif oleh tim-tim yang berasal dari desa-desa di Denpasar.






Minggu, 07 September 2014

PASAR APUNG BANJARMASIN

PASAR APUNG BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN.


Pasar Terapung adalah sebuah pasar tradisional yang seluruh aktivitasnya dilakukan di atas air dengan menggunakanperahu. Suasana pasar terapung yang unik dan khas adalah berdesak-desakan antara perahu besar dan kecil saling mencari pembeli dan penjual yang selalu berseliweran kian kemari dan selalu oleng dimainkan gelombang sungai. Kebanyakan para pedagang adalah wanita. Menariknya, di Pasar terapung ini juga masih berlaku barter antar pedagang. Tak ada organisasi pedagang sehingga jumlah mereka yang berjualan tak terhitung. Mereka datang untuk berjualan, dan bubar dengan sendirinya ketika matahari pagi mulai terik.
Pasar terapung tidak memiliki organisasi seperti pada pasar di daratan, sehingga tidak tercatat berapa jumlah pedagang dan pengunjung atau pembagian pedagang berdasarkan barang dagangan. Pasar ini unik karena selain transaksi dilakukan di atas perahu, pedagang dan pembelinya juga tidak terpaku di suatu tempat, tetapi terus bergerak mengikuti arus sungai. Keunikan ini membuat pasar terapung ini disebut sebagai Pasar Balarut.
Pasar Terapung yang terkenal di Indonesia berada di provinsi Kalimantan Selatan. Pasar Terapung di Kalsel ini mulai melakukan aktivitas transaksi jual beli pada subuh hingga pukul 10 pagi. Dari beberapa Pasar Terapung di Kalimantan Selatan, yang menjadi objek wisata terkenal adalah Pasar Terapung Muara Kuin di Banjarmasin dan Pasar Terapung Lok Baintan diSungai Tabuk, Banjar.